MENGEMBANGKAN P…

MENGEMBANGKAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BERBASIS IPTEK UNTUK MEMBANGUN

KARAKTER BANGSA

Chuzaimah Dahlan Diem

Abstrak:

Pengembangan karakter bangsa merupakan proses sehingga harus dilakukan sejak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi yang jelas dan bijaksana yang tepat dengan melibatkan berbagai pihak dan implementasinya. Implementasi multi arah diasumsikan akan mempercepat proses tersebut dalam rangka menyelaraskan kebutuhan kehidupan di era globalisasi yang erat kaitannya dengan perkembangan IPTEK.

Kata kunci: PAUD, karakter bangsa, IPTEK.

  1. Konsep

Iptek: ADALAH SINGKATAN DARI Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi. Nilai dari IPTEK terutama di bidang informasi dan komunikasi telah menciptakan kesenjangan antara negara maju dan tertinggal, seperti Indonesia sehingga pengaruhnya langsung menyentuh kehidupan manusia.

 

Usia dini: yaitu usia dibawah lima tahun. Dalam usia ini sangat menentukan perkembangan manusia selanjutnya sebab pada usia tersebut dasar-dasar kepribadian anak terbentuk. Anak-anak pada usia ini memiliki intelegensi laten yang luar biasa.

 

Karakter bangsa: yaitu jati diri yang berupa ketauladanan bangsa Indonesia yang tercermin dari kepemilikan IPTEK yang tercermin sebagai muatan hati nurani yang dihayati dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi komitmen yang kuat demi terwujutnya cita-cita bangsa Indonesia

 

  1. Mengapa Program Paud Harus Berbasis IPTEK Dala Kaitannya Dengan Pembangunan Karakter Bangsa?

Hal ini dikarenakan kedudukan kemampuan teknologi manusia Indonesia saat ini kurang menjanjikan, antara lain:

  1. Masih adanya buta huruf di beberapa bagian kepulauan.
  2. Akibat membanjirnya informasi sebagian bangsa kita terposisikan sebagai keranjang sampah sehingga kemampuan untuk memilah dan mengolah data, serta membuat refleksi secara sistematis dan baik terhadap informasi yang diperoleh semakin menurun.
  3. Rendahnya kemampuan membaca bahasa Inggris siswa SMA, SMP dan SD.
  4. Khusus  untuk kesiapan mengakses ICT global, Indonesia berada dibawah Thailand dan Philipina. Mungkin salah satu penyebabnya berkaitan dengan kemampuan daya beli masyarakatkita.

Kendala-kendala yang dihadapi dalam:

  1. Pendidikan dikalangan anak-anak usia dini yang masih sangat tidak merata, sehingga tidak ada kesempatan bagi sebagian anak Indonesia untuk mengenal apalagi memahami pentingnya IPTEK;
  2. Sistem pendidikan nasional dan sarana pendidikan secara umum belum mendukung kearah penumbuhkembangan kreatifitas serta penguasaan IPTEK sejak usia dini;
  3. Kemampuan ekonomi yang rendah menyebabkan sumber daya ekonomi diprioritaskan pada hal yang menyangkut kebutuhan dasar;
  4. Pengembangan ITC oleh swasta lebih mementingkan unsur bisnis dan mengabaikan unsur pendidikan;
  5. Belum dimanfaatkan kemajuan sistem informasi secara maksimal di lembaga pemerintah maupun swasta sehingga mengakibatkan terlambatnya komunikasi antar lembaga;
  6. Kebijakan pengembangan dan pemanfaatan IPTEK biasanya diputuskan berdasarkan pertimbangan politik, bukan kebutuhan teknis, serta masih bersifat sentralistik.

 

  1. Beberapa Pendapat/Teori
    1. Coumantarakis dalam Peters (2011: 6): Pendidikan global didefinisikan sebagai pengajaran dan pengajaran dengan perspektif global sebagai berikut:
      1. Mengenali saling keterkaitan dan ketergantungan antara isu-isu, daerah, masyarakat, sistem dan waktu.  
      2. Meningkatkan pemahaman isu-isu global seperti pembangunan, pengelolaan lingkungan, perdamaian, dan hak asasi manusia kedalam bidang-bidang subjek tradisional.
      3. Bekerja sebagai bagian kewarganegaraan global yang aktif, bertanggung jawab, dan membangun dunia yang lebih damai dan adil.

 

Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perspektif global atau kesadaran global harus menjadi komponen dari setiap topik yang diajarkan dalam pembelajaran. Artinya, isu-isu berdimensi global seharusnya diintegrasikan dengan materi pelajaran dengan cara yang masuk akal untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang realitas global.

 

  1. Roblyer dan Doening (2010: 14-16): Tidak ada keraguaan bahwa tehnologi dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda dan dalam berbagai cara di dalam kelas. Para praktisi pendidikan telah mengemukakan sejumlah alasan mengapa kita harus mengintegrasikan tehnologi kedalam pengajaran. Diantara alasan tersebut ialah untuk:  (1) memotivasi siswa, (2) meningkatkan instruksi pembelajaran, (3). membuat siswa dan guru bekerja lebih produktif, (4). membantu siswa dalam belajar dan memperytajam keterampilan siswa.

 

Perkembangan karakter bangsa merupakan proses; oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi yang jelas dan kebijakan yang tepat serta melibatkan berbagai pihak dalam implementasinya. Implementasi multi arah semacam ini diasumsikan akan mempercepat pembangunan karakter bangsa dalam rangka menyelaraskan kebutuhan kehidupan di era globalisasi yang erat kaitannya dengan perkembangan IPTEK dewasa ini.

 

Jadi kedua teori diatas menekankan tehnologi dibidang informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang pesat dan dimasukkan kedalam pembelajaran, agar siswa dan guru tidak ketinggalan informasi dunia serta juga membiasakan rasa ingin tahu dengan menggunakan IPTEK, sehingga tercermin sebagai suatu kebiasaan yang mendasar dan mengkarakter dalam diri anak.

 

IV. STRATEGI

-.Pendidikan informal dalam keluarga.

Melalui orang tua, menyediakan sarana dan prasarana di rumah.

-. Pendidikan formaldi lingkungan sekolah.

Anak-anak pada tingkat pra-sekolah dan sekolah dasar memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat diperkenalkan dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan.

-. Pendidikan non formal di lingkungan masyarakat.

   Tersedianya berbagai fasilitas seperti: perpustakaan umum, warnet, dan toko buku yang lengkap di lingkungan masyarakat akan memacu minat anak terhadap IPTEK.

 

  1. UPAYA.

Pengimplementasian strategi-strategi diatas dilakukan dengan berbagai upaya melalui penggunaan beberapa metode seperti: edukasi, sosialisasi, fasilitasi dan regulasi.

 

VI. PENUTUP.

KESIMPULAN.

  • Ø Kesiapan generasi penerus mengikuti perkembangan IPTEK akan membuat bangsa menjadi maju dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia sehingga diharapkan akan berdampak pada mantapnya stabilitas nasional.
  • Ø Penumbuhkembangan minat terhadap IPTEK sejak dini dapat dilakukan secara terpadu apabila disertai dengan  komitmen pemerintah serta unsur terkait lainnya untuk mendidik anak bangsa ini secara bersungguh-sungguh.
  • Ø Kerja sama serta hubungan sinergis antara unsur keluarga, sekolah (pemerintah), dan masyarakat, serta serta dengan konsep dan sasaran yang jelas, penumbuhkembangan minat terhadap IPTEK sejak dini pad anak-anak Indonesia dapat membuat bangsa Indonesia menjadi pelaku dan pencipta IPTEK sehingga akan menjadi bangfsa yang berkarakter kuat dan mampu bersaing dengan bangsa lain.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: