makalah ideologi dalam wacana

IDEOLOGI DALAM TEKS IKLAN HAND PHONE

“BERBAGAI MERK HP”

(Suatu Kajian Wacana Kritis)

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi penting yang digunakan untuk berinteraksi antar individu. Akan lebih bermakna apabila bahasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para penuturnya. Dalam penuturannya, penutur dapat menafsirkan sesuatu yang disampaikan oleh penutur bahasa yang lain dengan penafsiran berbeda. Dalam hal ini para pengguna bahasa harus memahami isi wacana dengan baik, agar pesan dalam wacana dapat diterima dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Wacana adalah bentuk komunikasi tertulis di mana penulis dapat mengekspresikan ide , tujuan, masalah dan lain-lannya. Norman Fairclough, memandang bahwa pemahaman terhadap wacana selama ini lebih banyak didominasi oleh paradigma deskriptif yang bersifat nonkritis sehingga masih banyak dimensi kewacanaan yang belum terkuak dari pandangan tersebut. Fenomena wacana semata-mata dipandang sebagai unit linguistic yang lebih besar daripada klausa dan kalimat. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya), paragraph, kalimat atau kata yang membawa amanat lengkap.
Berdasarkan medianya wacana dibagi dalam bentuk lisan dan tertulis. Wacana dengan media komunikasi tertulis dapat diwujudkan dengan: (1) sebuah teks yang dibentuk oleh lebih dari satu alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, (2) sebuah alinea merupakan wacana, apabila teks hanya terdiri atas sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan situasi yang utuh. (3) sebuah wacana mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk dengan subordinasi dan koordinasi atau system ellipsis (Djadasudarma, 1994; 8). Jadi wacana tulis dapat diartikan sebagai wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis atau media tulis. Dalam wacana ini terjadi komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Wacana-wacana yang berasal dari media, seperti surat kabar maupun majalah dapat dikaji baik dari segi tata bahasanya maupun dari segi koteksnya. Wacana-wacana dalam teks media yang menggunakan bahasa jurnalistik mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk dikaji.
Salah satu wacana yang terdapat dalam media cetak adalah iklan, yang dapat dilihat dimana-mana dan salah satunya melalui koran. Teks iklan berbeda dengan teks lainnya. Iklan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar mau menggunakan produk-produknya. Dengan menggunakan analisis wacana kita dapat mengetahui ideologi seseorang dalam teks tersebut.
Berdasarkan pemikiran tersebut, fenomena bahasa yang terdapat dalam teks sangatlah penting untuk dikaji, khususnya bagi para ahli bahasa karena teks yang dibuat tidak semata-mata bersifat alamiah, melainkan terkandung suatu ideologi yang mendasarinya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengungkapkannya adalah dengan melakukan pengkajian yang bersifat kritis. Berdasarkan ketertarikan bahasa iklan tersebut maka dalam penelitian ini akan dibahas tentang “Iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas.

B. Masalah
Yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah ideology dalam teks iklan HP yang terdapat dalam koran Kompas. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah ideologi dalam teks “iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas?

C. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ideologi dalam teks iklan dan pengaruhnya terhadap praktik wacana dan publik.

II.KAJIAN TEORITIS

A. Ideologi
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idea yang berarti gagasan, dan lugas yang berarti ilmu. Secara harafiah ideology berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan pengetahuan.
Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium di mana kelompok yang dominan mempersuasi dan mengkonsumsikan kepada khalayak produksi produksi kekuasaan dan dominan yang mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar sesuai dengan apa yang dikatakan van Djik (1998: 25). “Discourse in this approach essentially serves as the medium by which ideologies are permasive communicated in societies, and there by helps reproduce power and domination of specific group or classes” Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif jika didasarkan pada kenyataan bahwa anggota komunikasi termasuk yang didominasi menganggap hal tersebut sebagai kebenaran dan kewajaran.
Dengan pandangan semacam ini, wacana dipahami sebagai sesuatu yang tidak netral dan berlangsung secara tidak alamiah, karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh.
Faircloug (dalam Philips dan Jorgensen, 2002: 75) menjelaskan bahwa ideologi merupakan makna yang melayani kekuasaan. Lebih tepatnya, dia memahami bahwa ideologi sebagai pengkonstruksian makna yang memberikan kontribusi bagi pemproduksian, pereproduksian, dan transformasi hubungan-hubungan dominasi.
Fairclough Jorgensen and Philips (2002: 76) menjelaskan bahwa subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek juga mampu bertindak secara kreatif untuk menciptakan hubungan-hubungan antara praktik-praktik dan ideologi-ideologi yang beragam tempat dipajankannya subjek tersebut dan menata kembali praktik dan struktur itu.

B. Iklan
Menurut Alwi (2002: 421) iklan adalah berita pesanan untuk mendo-rong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Berita pesana tersebut dapat berupa teks, gambar, walau verbal dengan menggunakan media Surat Kabar (koran), televisi, radio dan yang lainnya. Senada dengan pendapat di atas, Walter (2008: 21) mengatakan bahwa iklan adalah sebuah gambar, film yang pendek, lagu dan lain-lain yang mencoba membujuk orang untuk membeli produk atau jasa.
Kasali (1992:9 mengatakan bahwa iklan adalah bauran promosi (pro-motion mix ) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana, iklan diartikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media.
Dari pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan sengaja dibuat untuk mendorong, mempengaruhi, meyakinkan orang agar membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

C. Analisis Wacana Kritis
Analisis Wacana Kritis menyediakan teori dan metode yang bisa digunakan untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan-hubungan antara wacana dan perkembangan sosial dan kultural dalam domain-domain sosial yang berbeda.
Analisis Norman Fairclough didasarkan pada pertanyaan besar, bagaimana menghubungkan teks yang makro. Fairclough berusaha membangun suatu model analisis wacana yang mempunyai kontribusi dalam analisis sosial dan budaya, sehingga ia mengkombinasikan tradisi analisis tekstual yang selalu melihat bahwa dalam ruang tertutup dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Titik perhatian Fairclough adalah melihat bagaimana pemakai bahasa membawa nilai ideologi tertentu. Dalam hal ini dibutuhkan analisis secara menyeluruh.Bahasa secara sosial dan kritis adalah bentuk tindakan, dalam hubungan dialektik dengan struktur sosial. Oleh karena itu, analisis harus dipisahkan pada bagian bahasa terbentuk dan dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu (Fairclough, 1998: 131-132).
Fairclouhg membuat suatu model yang mengintegrasikan secara bersama-sama analisis wacana yang didasarkan pada linguistik, permasalahan-permasalahan sosial dan politik, dan secara umum diintregasikan pada perubahan sosial. Oleh karena itu, model yng dikemukakan oleh Fairclough ini sering disebut juga model perubahan sosial (social change). Fairclough memusatkan perhatian wacana pada bahasa. Fairclough menggunakan wacana menunjuk pada pemakaian bahasa sebagai praktik sosial, lebih daripada individu atau merefleksikan sesuatu. Bahasa sebagain praktik sosial mengandung implikasi. Pertama, wacana adalah bentuk dari tindakan, seseorang menggunakan bahasa sebagai suatu tindakan pada dunia dan khususnya sebagai bentuk individu.Kedua, model ini mengimplikasikan adanya hubungan timbal balik antara wacana dan struktur sosial.Dalam hal ini, wacana terbagi oleh stuktur sosial, kelas, dan relasi sosial lain yang dihubungkan dengan relasi spesifik dari institusi tertentu seperti pada buku, pendidikan, sosial, dan klasifikasi (Fairclough, 1992: 63-64).
Philips dan Jorgensen menjelaskan bahwa model 3 dimensi Fairclough sebagai analisis wacana kritis disebabkan oleh setiap peristiwa yang menggunakan bahasa merupakan peristiwa komunikatif yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu (a) teks (tuturan,pencitraan visual), (b) praktik wacana yang melibatkan pemroduksian dan pengkonsumsian teks, (c) praktik sosial.

III. METODE PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ideologi dalam teks iklan melalui kajian analisis wacana kritis. Fokus penelitian ini adalah teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas.
Metode penelitian yang digunakan adalah model tiga dimensi Fairclough yang digambarkan sebagai berikut:

(Norman Fairclough, Critical discourse Analysis: the Critical Study of language) (New York: Longman Group Limited, 1995) p.98)

Keterangan:
1. Deskripsi (analisis teks) adalah bentuk dan isi teks. Analisis tersebut adalah analisis fonologi, tatabahasa, kosakata, semantik, juga aspek supra-sentensial organisasi tekstual, seperti kohesi, pengambilan giliran dalam bercakap-cakap.
2. Interpreasi (praktik wacana) adalah hubungan antara teks dan praktik sosial. Praktik wacana berkaitan dengan aspek sosiokognitif produksi dan interpretasi teks
3. Ekspanasi (praktik sosial) berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda: situasi, konteks institusional, konteks sosial atau kelompok yang lebih luas; dalam hal ini permasalahan kekuasaan menjadi tema pokok.

IV. PEMBAHASAN
1. Deskripsi
Teks yang dideskripsikan merupakan teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas. Masing-masing merk memperlihatkan keunggulannya dengan bahasa-bahasa yang menunjukkan kehebatan-kehebatannya
Marilah kita lihat kata-kata dari masing-masing HP:
Sang “Penguasa Galaksi”
Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Ini pertanyaan yang cukup sulit. Namun, sedikit bocoran, ponsel pintar pada masa depan seharusnya mampu mengambil obyek gambar bergerak secara cepat hingga puluhan foto sekaligus.Ponsel tersebut pun seharusnya mampu tetap memutar video sembari memeriksa e-mail atau SMS dalam tampilan PIP (picture-in-picture)

Hanya itu? Tentu saja tidak. Ponsel tersebut juga seharusnya memiliki layar tetap menyala selama anda masih menatapnya. Berbagai informasi seperti perkiraan cuaca mingguan, lokasi restoran pizza terdekat, mencari nomor kontak, hingga mengambil gambar pun seharusnya sudah bisa dilakukan hanya dengan perin tah suara. Ponsel tersebut juga seharusnya sudah mampu mengirim berbagai konten, seperti video, lagu, gambar, atau dokumen hanya dengan mendekatkan ponsel satu dengan lainnya.
Ya, kira-kira seperti itulah gambaran ponsel pintar pada masa depan. Namun, kapan ponsel tersebut bisa kita nikmati secara langsung? Tahun depan? Atau, mungkin lima tahun lagi? Tenang, kita tak perlu lama menunggu karena Samsung menghadirkan teknologi masa depan tersebut sekarang juga.
Wajar rasanya jika Samsung dinobatkan sebagai “penguasa galaksi”. Maklum, berbagai produk seri Galaxy yang diluncurkannya termasuk laris manis di pasaran. Seiring dengan kesuksesan ponsel seri Galaksi, Samsung kembali melakukan terobosan melalui ponsel yang layak disebut ponsel premium impian, yaitu Samsung Galaxy S III.
Samsung S III khusus didesain sebagai smartphone that understsand you dan diluncurkan dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

PORSCHE DESIGN Blackberry

PORSCHE DESIGN
SMARTPHONE P’9981
EXCLUSIVE ELEGANCE
Timeless style by Porsche Design meets state-of-the-art- technology by BlackBerry: the exlusive P’9981 smartphone. For all who make decisions with style (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

CROSS MOBILE
IT’S YOUR PRIDE

CONGRATULATIONS TO CROSS Mobile Phone
As Indonesia’s best mobile phone brand by
achieving

WORLD CLASS QUALITY ACHIEVEMENT
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012
and
CERTIFICATE OF PERFORMANCE
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012

GCSS is certification conducted by MARS Indonesia as the exlusive lisence holder of the American Customer Satisfaction Index (ACSI) in Indonesia. The survey is assessing the customer satisfaction with product quality and brand of telecomunications services in Indonesia and also the brand position in the midst of global competition. The survey was conducted upon 5 major brands of mobile phone in Indonesia and taken in major cities all around Indonesia.
GCSS adalah setifikat yang dikeluarkan oleh MARS Indonesia sebagai pemegang lisensi eksklusife American Customer Satisfaction Index (ACSI) di Indonesia dan juga posisi brand di tengah persaingan global. Survey dilakukan kepada 5 top brand handphone dan dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

NOKIA LUMIA 900 indosat

YOUR LIFE IN THE BIGGER SCREEN
Cek email, browsing, update sosial media hingga video call di Live Tiles dengan display yang lebih besar. Kini semua tampak lebih jelas dan lebih detail dengan display 4,3 inchi

The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different.
(Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

SONY Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero
Make-believe
Ada 4 macam bentuknya: X peria S X peria P X peria Sola X peria U
(Kompas, Jumat, 22 Juni 2012)

MOTOROLA

SIAP HADAPI APAPUN YANG

AKAN ANDA TEMUI DALAM HIDUP

Datang dadakan ke pesta di pantai dengan sobat-sobatmu?
Dengan ponsel Motorola seri Defy yang tahan air, debu dan gores, kamu pun selalu siap untuk seru-seruan kapan pun, di mana pun!

MOTOROLA DEFY SERIES
Smartphone Sesungguhnya.
(Kompas, Senin, 25 Juni 2012)

BlackBerry
Tampil dengan beberapa model dan harga-harganya
(Kompas, Jumat, 29 Juni 2012)

H T C
Amazing Phone Fantastic Offer!
+ 0 % instalment
(Kompas,Jumat, 29 Juni 2012)

Blueberry
Tampil dengan harga-harga dari Rp.349.000 menjadi Rp.249.000
Rp.499.000 menjadi Rp.369.000
Dengan penampilan artis terkenal Agnes Monika
(Kompas, Jumat 25 Juni 2012)

Sekarang marilah kita tinjau satu persatu

SAMSUNG
SANG “ PENGUASA GALAKSI “ Kata yang menggunakan bentuk personifikasi untuk menonjolkan SANG PENGUASA merupakan julukan untuk Pencipta alam yang menguasai alam dan tidak ada yang mampu menandinginya. Ini berarti HP Samsung tidak ada tandingannya. HP inilah segala-galanya dari semua jenis HP.

Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Setelah personifikasi yang berhubungan dengan yang Maha Kuasa, kemudian digunakanlah personifikasi yang berhubungan dengan ciptaannya yaitu manusia. Kata “ponsel pintar” merupakan gambaran otak manusia. Kemampuan otak merupakan hal yang paling utama untuk melakukan semua aktifitas. Orang yang pintar tentu akan cepat tanggap sehingga aktifitas yang dilakukannya akan selalu mengikuti perkembangan jaman, begitu pula untuk masa mendatang. Hal ini dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikutnya yang menunjukkan kepintaran, yaitu memberikan informasi perkiraan cuaca, lokasi restoran pizza yang terdekat, mencari nomor kontak, sampai mengambil gambar pun bisa dilakukan denga perintah suara. Kepintaran untuk teknologi masa depan dapat ditampilkan sekarang juga dengan menampilkan asamsung Galaxy S III dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White.

Itulah kata-kata dan kalimat yang diwujudkan dalam teks iklan yang keseluruhannya menggunakan bahasa Indonesia. Semua kata-kata yang dirangkai dalam suatu wacana iklan untuk membujuk orang agar mau membeli produknya.

BLACK BERRY
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan untuk menarik pembeli dengan menggunakan kata-kata berbahasa Inggris. Tidak ada satu pun yang berbahasa Indonesia. Produk ini merasa produknya merupakan produk yang sudah terkenal di selusuh dunia. Jadi tidak perlu lagi menggunakan bahasa di mana produk tersebut diiklankan. Jadi kata-kata yang digunakan adalah bahasa Internasional. Walaupun berbahasa Inggris, tetapi kata yang dipilih adalah kata-kata yang cukup dimengerti oleh semua orang, antara lain: SMART PHONE, EXCLUSIVE ELEGANCE. Tidak memerlukan keterangan yang panjang lebar seperti Samsung, tetapi HP ini dapat mendominasi merk-merk HP yang lain.

CROSS
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli adalah kata-kata yang sebagian besar berbahasa Inggris. Bahasa Indonesia hanya sedikit digunakan dan itu pun merupakan penerjemahan. Berarti merk ini seperti Black Berry, namun belum setarafnya. Sehingga untuk menembus pasaran di suatu negara perlu sedikit menggunakan bahasa resmi negara tersebut agar lebih jelas dan lebih meyakinkan tentang kualitas dari merk tersebut. Kata-kata itu antara lain: WORLD CLASS QUALITY ACHIEVMENT dan CERTIFICATE of PERFORMANCE.

NOKIA
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli menggunakan kata-kata campuran. Jumlah kata-kata yang berbahasa Inggris sama dengan yang berbahasa Indonesia. Yang berbahasa Inggris, YOUR LIVE IN THE BIGGER SCREEN, dan The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different. Kata-kata ini pun cukup menarik perhatian orang. Kata-kata yang berbahasa Indonesia bukan merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa Inggrisnya.

SONY
Dengan kata daya tariknya “ Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero”. Juga dengan menampilkan 4 model. Merk ini menggunakan bahasa Indonesia hampir secara keseluruhan. Dan ini kemungkinan untuk menjangkau kelas bawah, mengingat harga yang dipasang seharga Rp 500.000

MOTOROLA
Untuk menarik pembeli sebagian besar kata-katanya menggunakan bahasa Indonesia. Harga yang ditawarkan Rp 1,999,000 dan Rp 2,888,000. Harga ini sepertinya ditujukan pada kelas menengah. Yang diharapkan tentu saja bias menjangkau semua kelas, mengingat sekarang ini orang mempunyai hand phone lebih dari satu.

BlackBerry
Tampil lagi dengan sebagian besar menggunakan kata-kata berbahasa Indonesia dengan menunjukkan model dan harga yang beragam: Rp.5,799,000 Rp,2,999,000 Rp,3,399,000 Rp,2,499,000. Hal ini menunjukkan bahwa merk ini juga ingin merebut pembeli yang sebanyak-banyaknya dari Negara Indonesia. Tadinya hanya menggunakan bahasa Inggris namun persaingan dalam periklanan sangat ketat untuk merebut pembeli.

H T C
Semua kata-katanya menggunakan bahasa Inggris. Merk ini bersaing keras dengan Blackberry, namun juga disertai gambar berbagai bentuk dan harganya yang mendapatkan perubahan. Harga-harga itu antara lain: Rp 5.499.000 menjadi Rp 4.999.000 Rp 3.999.000 menjadi Rp3.499.000
Rp 1.999.000 menjadi Rp 1.499.000. Dan ada yang boleh dicicil karena harganya agak mahal, yaitu Rp 6.599.000 dengan cicilan Rp 549.917 x12
Rp 2.999.000 dengan cicilan Rp 249.917 x 12. Inilah cara merk ini mengunggulkan produknya.

Blueberry
Produk baru agar dilirik pembeli menggunakan merk yang mirip dengan Blackberry. Harganyapun murah dan mendapatkan diskon, yaitu: Rp 349.000 menjadi Rp 249.000 Rp 499.000 menjadi Rp 369.000 serta disertai gambar artis terkenal Agnes Monika. Bisnis handphone benar-benar menhadapi persaingan ketat lewat iklan.

2. Interpretasi
Teks iklan seperti iklan HP yang diproduksi oleh masing-masing merk menunjukkan ideologi yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya melalui persaingan untuk merebut pasaran. Walaupun terjadi persaingan namun tidak ada kata-kata untuk menjatuhkan merk lain . Mereka menggunakan kata-kata untuk menonjolkan diri sendiri serta kata-kata untuk menarik orang lain agar tertarik untuk membeli produknya.
Dengan membaca kata-kata yang mereka pampangkan, maka harapannya adalah untuk mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Orang yang tadinya tidak tahu, dengan membaca koran yang berisikan iklan HP, menjadi tahu dan berkeinginan untuk membelinya. Sekarang ini, anak kecil pun sudah tahu HP sehingga iklan HP yang ada di koran dapat memicu anak untuk memiliki HP tersebut.

PENUTUP
Berdasarkan analisa di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan HP merupakan wacana persuasif. Iklan tersebut menggunakan bahasa yang padat, lugas dan singkat. Kejelasan dan bahasa yang menarik akan menentukan keberhasilan maksud iklan tersebut.
Ideologi dalam teks iklan HP merupakan bentuk ideologi kapitalisme informasi. Unsur persuasi dalam iklan tersebut jelas kelihatan sehingga bisa menarik semua kalangan bahkan anak-anak kecil pun ikut tertarik (walaupun belum bisa membaca, tetapi melihat gambarnya).
Analisis wacana kritis dapat menjadi mediasi pengungkapan proses interpretasi yang ada dalam teks.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan ((Tim Redaksi, 2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka

Darma Yoce Allah 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung Yrama Widya
Djajasudarma, Fatimah 1994. Wacana, Bandung PT . Emesco
Fairclough, Norman 1995.Critical Discourse Analysis : the critical study of language. New york Longman Group Limited

Fairclough, N. (1998). Discourse representation in media discource, Sosiolinguistics. Cambridge : Polity Press.

Fairclough, N. (1992) Discource and Social Change, Cambride: Polity Press

Fairclough, Norman 2003. Analysis Discource. New York Routledge

Kasali, Rheinhal 1992. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Jakarta PT. Pustaka Utama Grafiti

Philips, Lourse & Jorgensen, Naranne 2002. Discource Analysis as Theory and Method. London : Sage Publications

Thompson, John B. 2006. Kritik Ideologi : Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa, Yogyakarta IRCIOD.

Van Dijk, T (1998) Ideology: a Multidisciplinary Approach, London: Sage.

Walter, Elisabeth (Editorial Team) 2008. Cambridge Advance Leaner’s Dictionary. Cambridge : Cambridge University Press

IDEOLOGI DALAM TEKS IKLAN HAND PHONE

“BERBAGAI MERK HP”

(Suatu Kajian Wacana Kritis)

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi penting yang digunakan untuk berinteraksi antar individu. Akan lebih bermakna apabila bahasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para penuturnya. Dalam penuturannya, penutur dapat menafsirkan sesuatu yang disampaikan oleh penutur bahasa yang lain dengan penafsiran berbeda. Dalam hal ini para pengguna bahasa harus memahami isi wacana dengan baik, agar pesan dalam wacana dapat diterima dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Wacana adalah bentuk komunikasi tertulis di mana penulis dapat mengekspresikan ide , tujuan, masalah dan lain-lannya. Norman Fairclough, memandang bahwa pemahaman terhadap wacana selama ini lebih banyak didominasi oleh paradigma deskriptif yang bersifat nonkritis sehingga masih banyak dimensi kewacanaan yang belum terkuak dari pandangan tersebut. Fenomena wacana semata-mata dipandang sebagai unit linguistic yang lebih besar daripada klausa dan kalimat. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya), paragraph, kalimat atau kata yang membawa amanat lengkap.
Berdasarkan medianya wacana dibagi dalam bentuk lisan dan tertulis. Wacana dengan media komunikasi tertulis dapat diwujudkan dengan: (1) sebuah teks yang dibentuk oleh lebih dari satu alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, (2) sebuah alinea merupakan wacana, apabila teks hanya terdiri atas sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan situasi yang utuh. (3) sebuah wacana mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk dengan subordinasi dan koordinasi atau system ellipsis (Djadasudarma, 1994; 8). Jadi wacana tulis dapat diartikan sebagai wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis atau media tulis. Dalam wacana ini terjadi komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Wacana-wacana yang berasal dari media, seperti surat kabar maupun majalah dapat dikaji baik dari segi tata bahasanya maupun dari segi koteksnya. Wacana-wacana dalam teks media yang menggunakan bahasa jurnalistik mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk dikaji.
Salah satu wacana yang terdapat dalam media cetak adalah iklan, yang dapat dilihat dimana-mana dan salah satunya melalui koran. Teks iklan berbeda dengan teks lainnya. Iklan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar mau menggunakan produk-produknya. Dengan menggunakan analisis wacana kita dapat mengetahui ideologi seseorang dalam teks tersebut.
Berdasarkan pemikiran tersebut, fenomena bahasa yang terdapat dalam teks sangatlah penting untuk dikaji, khususnya bagi para ahli bahasa karena teks yang dibuat tidak semata-mata bersifat alamiah, melainkan terkandung suatu ideologi yang mendasarinya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengungkapkannya adalah dengan melakukan pengkajian yang bersifat kritis. Berdasarkan ketertarikan bahasa iklan tersebut maka dalam penelitian ini akan dibahas tentang “Iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas.

B. Masalah
Yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah ideology dalam teks iklan HP yang terdapat dalam koran Kompas. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah ideologi dalam teks “iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas?

C. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ideologi dalam teks iklan dan pengaruhnya terhadap praktik wacana dan publik.

II.KAJIAN TEORITIS

A. Ideologi
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idea yang berarti gagasan, dan lugas yang berarti ilmu. Secara harafiah ideology berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan pengetahuan.
Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium di mana kelompok yang dominan mempersuasi dan mengkonsumsikan kepada khalayak produksi produksi kekuasaan dan dominan yang mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar sesuai dengan apa yang dikatakan van Djik (1998: 25). “Discourse in this approach essentially serves as the medium by which ideologies are permasive communicated in societies, and there by helps reproduce power and domination of specific group or classes” Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif jika didasarkan pada kenyataan bahwa anggota komunikasi termasuk yang didominasi menganggap hal tersebut sebagai kebenaran dan kewajaran.
Dengan pandangan semacam ini, wacana dipahami sebagai sesuatu yang tidak netral dan berlangsung secara tidak alamiah, karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh.
Faircloug (dalam Philips dan Jorgensen, 2002: 75) menjelaskan bahwa ideologi merupakan makna yang melayani kekuasaan. Lebih tepatnya, dia memahami bahwa ideologi sebagai pengkonstruksian makna yang memberikan kontribusi bagi pemproduksian, pereproduksian, dan transformasi hubungan-hubungan dominasi.
Fairclough Jorgensen and Philips (2002: 76) menjelaskan bahwa subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek juga mampu bertindak secara kreatif untuk menciptakan hubungan-hubungan antara praktik-praktik dan ideologi-ideologi yang beragam tempat dipajankannya subjek tersebut dan menata kembali praktik dan struktur itu.

B. Iklan
Menurut Alwi (2002: 421) iklan adalah berita pesanan untuk mendo-rong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Berita pesana tersebut dapat berupa teks, gambar, walau verbal dengan menggunakan media Surat Kabar (koran), televisi, radio dan yang lainnya. Senada dengan pendapat di atas, Walter (2008: 21) mengatakan bahwa iklan adalah sebuah gambar, film yang pendek, lagu dan lain-lain yang mencoba membujuk orang untuk membeli produk atau jasa.
Kasali (1992:9 mengatakan bahwa iklan adalah bauran promosi (pro-motion mix ) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana, iklan diartikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media.
Dari pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan sengaja dibuat untuk mendorong, mempengaruhi, meyakinkan orang agar membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

C. Analisis Wacana Kritis
Analisis Wacana Kritis menyediakan teori dan metode yang bisa digunakan untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan-hubungan antara wacana dan perkembangan sosial dan kultural dalam domain-domain sosial yang berbeda.
Analisis Norman Fairclough didasarkan pada pertanyaan besar, bagaimana menghubungkan teks yang makro. Fairclough berusaha membangun suatu model analisis wacana yang mempunyai kontribusi dalam analisis sosial dan budaya, sehingga ia mengkombinasikan tradisi analisis tekstual yang selalu melihat bahwa dalam ruang tertutup dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Titik perhatian Fairclough adalah melihat bagaimana pemakai bahasa membawa nilai ideologi tertentu. Dalam hal ini dibutuhkan analisis secara menyeluruh.Bahasa secara sosial dan kritis adalah bentuk tindakan, dalam hubungan dialektik dengan struktur sosial. Oleh karena itu, analisis harus dipisahkan pada bagian bahasa terbentuk dan dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu (Fairclough, 1998: 131-132).
Fairclouhg membuat suatu model yang mengintegrasikan secara bersama-sama analisis wacana yang didasarkan pada linguistik, permasalahan-permasalahan sosial dan politik, dan secara umum diintregasikan pada perubahan sosial. Oleh karena itu, model yng dikemukakan oleh Fairclough ini sering disebut juga model perubahan sosial (social change). Fairclough memusatkan perhatian wacana pada bahasa. Fairclough menggunakan wacana menunjuk pada pemakaian bahasa sebagai praktik sosial, lebih daripada individu atau merefleksikan sesuatu. Bahasa sebagain praktik sosial mengandung implikasi. Pertama, wacana adalah bentuk dari tindakan, seseorang menggunakan bahasa sebagai suatu tindakan pada dunia dan khususnya sebagai bentuk individu.Kedua, model ini mengimplikasikan adanya hubungan timbal balik antara wacana dan struktur sosial.Dalam hal ini, wacana terbagi oleh stuktur sosial, kelas, dan relasi sosial lain yang dihubungkan dengan relasi spesifik dari institusi tertentu seperti pada buku, pendidikan, sosial, dan klasifikasi (Fairclough, 1992: 63-64).
Philips dan Jorgensen menjelaskan bahwa model 3 dimensi Fairclough sebagai analisis wacana kritis disebabkan oleh setiap peristiwa yang menggunakan bahasa merupakan peristiwa komunikatif yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu (a) teks (tuturan,pencitraan visual), (b) praktik wacana yang melibatkan pemroduksian dan pengkonsumsian teks, (c) praktik sosial.

III. METODE PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ideologi dalam teks iklan melalui kajian analisis wacana kritis. Fokus penelitian ini adalah teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas.
Metode penelitian yang digunakan adalah model tiga dimensi Fairclough yang digambarkan sebagai berikut:

(Norman Fairclough, Critical discourse Analysis: the Critical Study of language) (New York: Longman Group Limited, 1995) p.98)

Keterangan:
1. Deskripsi (analisis teks) adalah bentuk dan isi teks. Analisis tersebut adalah analisis fonologi, tatabahasa, kosakata, semantik, juga aspek supra-sentensial organisasi tekstual, seperti kohesi, pengambilan giliran dalam bercakap-cakap.
2. Interpreasi (praktik wacana) adalah hubungan antara teks dan praktik sosial. Praktik wacana berkaitan dengan aspek sosiokognitif produksi dan interpretasi teks
3. Ekspanasi (praktik sosial) berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda: situasi, konteks institusional, konteks sosial atau kelompok yang lebih luas; dalam hal ini permasalahan kekuasaan menjadi tema pokok.

IV. PEMBAHASAN
1. Deskripsi
Teks yang dideskripsikan merupakan teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas. Masing-masing merk memperlihatkan keunggulannya dengan bahasa-bahasa yang menunjukkan kehebatan-kehebatannya
Marilah kita lihat kata-kata dari masing-masing HP:
Sang “Penguasa Galaksi”
Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Ini pertanyaan yang cukup sulit. Namun, sedikit bocoran, ponsel pintar pada masa depan seharusnya mampu mengambil obyek gambar bergerak secara cepat hingga puluhan foto sekaligus.Ponsel tersebut pun seharusnya mampu tetap memutar video sembari memeriksa e-mail atau SMS dalam tampilan PIP (picture-in-picture)

Hanya itu? Tentu saja tidak. Ponsel tersebut juga seharusnya memiliki layar tetap menyala selama anda masih menatapnya. Berbagai informasi seperti perkiraan cuaca mingguan, lokasi restoran pizza terdekat, mencari nomor kontak, hingga mengambil gambar pun seharusnya sudah bisa dilakukan hanya dengan perin tah suara. Ponsel tersebut juga seharusnya sudah mampu mengirim berbagai konten, seperti video, lagu, gambar, atau dokumen hanya dengan mendekatkan ponsel satu dengan lainnya.
Ya, kira-kira seperti itulah gambaran ponsel pintar pada masa depan. Namun, kapan ponsel tersebut bisa kita nikmati secara langsung? Tahun depan? Atau, mungkin lima tahun lagi? Tenang, kita tak perlu lama menunggu karena Samsung menghadirkan teknologi masa depan tersebut sekarang juga.
Wajar rasanya jika Samsung dinobatkan sebagai “penguasa galaksi”. Maklum, berbagai produk seri Galaxy yang diluncurkannya termasuk laris manis di pasaran. Seiring dengan kesuksesan ponsel seri Galaksi, Samsung kembali melakukan terobosan melalui ponsel yang layak disebut ponsel premium impian, yaitu Samsung Galaxy S III.
Samsung S III khusus didesain sebagai smartphone that understsand you dan diluncurkan dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

PORSCHE DESIGN Blackberry

PORSCHE DESIGN
SMARTPHONE P’9981
EXCLUSIVE ELEGANCE
Timeless style by Porsche Design meets state-of-the-art- technology by BlackBerry: the exlusive P’9981 smartphone. For all who make decisions with style (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

CROSS MOBILE
IT’S YOUR PRIDE

CONGRATULATIONS TO CROSS Mobile Phone
As Indonesia’s best mobile phone brand by
achieving

WORLD CLASS QUALITY ACHIEVEMENT
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012
and
CERTIFICATE OF PERFORMANCE
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012

GCSS is certification conducted by MARS Indonesia as the exlusive lisence holder of the American Customer Satisfaction Index (ACSI) in Indonesia. The survey is assessing the customer satisfaction with product quality and brand of telecomunications services in Indonesia and also the brand position in the midst of global competition. The survey was conducted upon 5 major brands of mobile phone in Indonesia and taken in major cities all around Indonesia.
GCSS adalah setifikat yang dikeluarkan oleh MARS Indonesia sebagai pemegang lisensi eksklusife American Customer Satisfaction Index (ACSI) di Indonesia dan juga posisi brand di tengah persaingan global. Survey dilakukan kepada 5 top brand handphone dan dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

NOKIA LUMIA 900 indosat

YOUR LIFE IN THE BIGGER SCREEN
Cek email, browsing, update sosial media hingga video call di Live Tiles dengan display yang lebih besar. Kini semua tampak lebih jelas dan lebih detail dengan display 4,3 inchi

The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different.
(Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

SONY Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero
Make-believe
Ada 4 macam bentuknya: X peria S X peria P X peria Sola X peria U
(Kompas, Jumat, 22 Juni 2012)

MOTOROLA

SIAP HADAPI APAPUN YANG

AKAN ANDA TEMUI DALAM HIDUP

Datang dadakan ke pesta di pantai dengan sobat-sobatmu?
Dengan ponsel Motorola seri Defy yang tahan air, debu dan gores, kamu pun selalu siap untuk seru-seruan kapan pun, di mana pun!

MOTOROLA DEFY SERIES
Smartphone Sesungguhnya.
(Kompas, Senin, 25 Juni 2012)

BlackBerry
Tampil dengan beberapa model dan harga-harganya
(Kompas, Jumat, 29 Juni 2012)

H T C
Amazing Phone Fantastic Offer!
+ 0 % instalment
(Kompas,Jumat, 29 Juni 2012)

Blueberry
Tampil dengan harga-harga dari Rp.349.000 menjadi Rp.249.000
Rp.499.000 menjadi Rp.369.000
Dengan penampilan artis terkenal Agnes Monika
(Kompas, Jumat 25 Juni 2012)

Sekarang marilah kita tinjau satu persatu

SAMSUNG
SANG “ PENGUASA GALAKSI “ Kata yang menggunakan bentuk personifikasi untuk menonjolkan SANG PENGUASA merupakan julukan untuk Pencipta alam yang menguasai alam dan tidak ada yang mampu menandinginya. Ini berarti HP Samsung tidak ada tandingannya. HP inilah segala-galanya dari semua jenis HP.

Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Setelah personifikasi yang berhubungan dengan yang Maha Kuasa, kemudian digunakanlah personifikasi yang berhubungan dengan ciptaannya yaitu manusia. Kata “ponsel pintar” merupakan gambaran otak manusia. Kemampuan otak merupakan hal yang paling utama untuk melakukan semua aktifitas. Orang yang pintar tentu akan cepat tanggap sehingga aktifitas yang dilakukannya akan selalu mengikuti perkembangan jaman, begitu pula untuk masa mendatang. Hal ini dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikutnya yang menunjukkan kepintaran, yaitu memberikan informasi perkiraan cuaca, lokasi restoran pizza yang terdekat, mencari nomor kontak, sampai mengambil gambar pun bisa dilakukan denga perintah suara. Kepintaran untuk teknologi masa depan dapat ditampilkan sekarang juga dengan menampilkan asamsung Galaxy S III dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White.

Itulah kata-kata dan kalimat yang diwujudkan dalam teks iklan yang keseluruhannya menggunakan bahasa Indonesia. Semua kata-kata yang dirangkai dalam suatu wacana iklan untuk membujuk orang agar mau membeli produknya.

BLACK BERRY
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan untuk menarik pembeli dengan menggunakan kata-kata berbahasa Inggris. Tidak ada satu pun yang berbahasa Indonesia. Produk ini merasa produknya merupakan produk yang sudah terkenal di selusuh dunia. Jadi tidak perlu lagi menggunakan bahasa di mana produk tersebut diiklankan. Jadi kata-kata yang digunakan adalah bahasa Internasional. Walaupun berbahasa Inggris, tetapi kata yang dipilih adalah kata-kata yang cukup dimengerti oleh semua orang, antara lain: SMART PHONE, EXCLUSIVE ELEGANCE. Tidak memerlukan keterangan yang panjang lebar seperti Samsung, tetapi HP ini dapat mendominasi merk-merk HP yang lain.

CROSS
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli adalah kata-kata yang sebagian besar berbahasa Inggris. Bahasa Indonesia hanya sedikit digunakan dan itu pun merupakan penerjemahan. Berarti merk ini seperti Black Berry, namun belum setarafnya. Sehingga untuk menembus pasaran di suatu negara perlu sedikit menggunakan bahasa resmi negara tersebut agar lebih jelas dan lebih meyakinkan tentang kualitas dari merk tersebut. Kata-kata itu antara lain: WORLD CLASS QUALITY ACHIEVMENT dan CERTIFICATE of PERFORMANCE.

NOKIA
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli menggunakan kata-kata campuran. Jumlah kata-kata yang berbahasa Inggris sama dengan yang berbahasa Indonesia. Yang berbahasa Inggris, YOUR LIVE IN THE BIGGER SCREEN, dan The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different. Kata-kata ini pun cukup menarik perhatian orang. Kata-kata yang berbahasa Indonesia bukan merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa Inggrisnya.

SONY
Dengan kata daya tariknya “ Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero”. Juga dengan menampilkan 4 model. Merk ini menggunakan bahasa Indonesia hampir secara keseluruhan. Dan ini kemungkinan untuk menjangkau kelas bawah, mengingat harga yang dipasang seharga Rp 500.000

MOTOROLA
Untuk menarik pembeli sebagian besar kata-katanya menggunakan bahasa Indonesia. Harga yang ditawarkan Rp 1,999,000 dan Rp 2,888,000. Harga ini sepertinya ditujukan pada kelas menengah. Yang diharapkan tentu saja bias menjangkau semua kelas, mengingat sekarang ini orang mempunyai hand phone lebih dari satu.

BlackBerry
Tampil lagi dengan sebagian besar menggunakan kata-kata berbahasa Indonesia dengan menunjukkan model dan harga yang beragam: Rp.5,799,000 Rp,2,999,000 Rp,3,399,000 Rp,2,499,000. Hal ini menunjukkan bahwa merk ini juga ingin merebut pembeli yang sebanyak-banyaknya dari Negara Indonesia. Tadinya hanya menggunakan bahasa Inggris namun persaingan dalam periklanan sangat ketat untuk merebut pembeli.

H T C
Semua kata-katanya menggunakan bahasa Inggris. Merk ini bersaing keras dengan Blackberry, namun juga disertai gambar berbagai bentuk dan harganya yang mendapatkan perubahan. Harga-harga itu antara lain: Rp 5.499.000 menjadi Rp 4.999.000 Rp 3.999.000 menjadi Rp3.499.000
Rp 1.999.000 menjadi Rp 1.499.000. Dan ada yang boleh dicicil karena harganya agak mahal, yaitu Rp 6.599.000 dengan cicilan Rp 549.917 x12
Rp 2.999.000 dengan cicilan Rp 249.917 x 12. Inilah cara merk ini mengunggulkan produknya.

Blueberry
Produk baru agar dilirik pembeli menggunakan merk yang mirip dengan Blackberry. Harganyapun murah dan mendapatkan diskon, yaitu: Rp 349.000 menjadi Rp 249.000 Rp 499.000 menjadi Rp 369.000 serta disertai gambar artis terkenal Agnes Monika. Bisnis handphone benar-benar menhadapi persaingan ketat lewat iklan.

2. Interpretasi
Teks iklan seperti iklan HP yang diproduksi oleh masing-masing merk menunjukkan ideologi yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya melalui persaingan untuk merebut pasaran. Walaupun terjadi persaingan namun tidak ada kata-kata untuk menjatuhkan merk lain . Mereka menggunakan kata-kata untuk menonjolkan diri sendiri serta kata-kata untuk menarik orang lain agar tertarik untuk membeli produknya.
Dengan membaca kata-kata yang mereka pampangkan, maka harapannya adalah untuk mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Orang yang tadinya tidak tahu, dengan membaca koran yang berisikan iklan HP, menjadi tahu dan berkeinginan untuk membelinya. Sekarang ini, anak kecil pun sudah tahu HP sehingga iklan HP yang ada di koran dapat memicu anak untuk memiliki HP tersebut.

PENUTUP
Berdasarkan analisa di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan HP merupakan wacana persuasif. Iklan tersebut menggunakan bahasa yang padat, lugas dan singkat. Kejelasan dan bahasa yang menarik akan menentukan keberhasilan maksud iklan tersebut.
Ideologi dalam teks iklan HP merupakan bentuk ideologi kapitalisme informasi. Unsur persuasi dalam iklan tersebut jelas kelihatan sehingga bisa menarik semua kalangan bahkan anak-anak kecil pun ikut tertarik (walaupun belum bisa membaca, tetapi melihat gambarnya).
Analisis wacana kritis dapat menjadi mediasi pengungkapan proses interpretasi yang ada dalam teks.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan ((Tim Redaksi, 2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka

Darma Yoce Allah 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung Yrama Widya
Djajasudarma, Fatimah 1994. Wacana, Bandung PT . Emesco
Fairclough, Norman 1995.Critical Discourse Analysis : the critical study of language. New york Longman Group Limited

Fairclough, N. (1998). Discourse representation in media discource, Sosiolinguistics. Cambridge : Polity Press.

Fairclough, N. (1992) Discource and Social Change, Cambride: Polity Press
IDEOLOGI DALAM TEKS IKLAN HAND PHONE

“BERBAGAI MERK HP”

(Suatu Kajian Wacana Kritis)

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi penting yang digunakan untuk berinteraksi antar individu. Akan lebih bermakna apabila bahasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para penuturnya. Dalam penuturannya, penutur dapat menafsirkan sesuatu yang disampaikan oleh penutur bahasa yang lain dengan penafsiran berbeda. Dalam hal ini para pengguna bahasa harus memahami isi wacana dengan baik, agar pesan dalam wacana dapat diterima dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Wacana adalah bentuk komunikasi tertulis di mana penulis dapat mengekspresikan ide , tujuan, masalah dan lain-lannya. Norman Fairclough, memandang bahwa pemahaman terhadap wacana selama ini lebih banyak didominasi oleh paradigma deskriptif yang bersifat nonkritis sehingga masih banyak dimensi kewacanaan yang belum terkuak dari pandangan tersebut. Fenomena wacana semata-mata dipandang sebagai unit linguistic yang lebih besar daripada klausa dan kalimat. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya), paragraph, kalimat atau kata yang membawa amanat lengkap.
Berdasarkan medianya wacana dibagi dalam bentuk lisan dan tertulis. Wacana dengan media komunikasi tertulis dapat diwujudkan dengan: (1) sebuah teks yang dibentuk oleh lebih dari satu alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, (2) sebuah alinea merupakan wacana, apabila teks hanya terdiri atas sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan situasi yang utuh. (3) sebuah wacana mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk dengan subordinasi dan koordinasi atau system ellipsis (Djadasudarma, 1994; 8). Jadi wacana tulis dapat diartikan sebagai wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis atau media tulis. Dalam wacana ini terjadi komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Wacana-wacana yang berasal dari media, seperti surat kabar maupun majalah dapat dikaji baik dari segi tata bahasanya maupun dari segi koteksnya. Wacana-wacana dalam teks media yang menggunakan bahasa jurnalistik mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk dikaji.
Salah satu wacana yang terdapat dalam media cetak adalah iklan, yang dapat dilihat dimana-mana dan salah satunya melalui koran. Teks iklan berbeda dengan teks lainnya. Iklan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar mau menggunakan produk-produknya. Dengan menggunakan analisis wacana kita dapat mengetahui ideologi seseorang dalam teks tersebut.
Berdasarkan pemikiran tersebut, fenomena bahasa yang terdapat dalam teks sangatlah penting untuk dikaji, khususnya bagi para ahli bahasa karena teks yang dibuat tidak semata-mata bersifat alamiah, melainkan terkandung suatu ideologi yang mendasarinya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengungkapkannya adalah dengan melakukan pengkajian yang bersifat kritis. Berdasarkan ketertarikan bahasa iklan tersebut maka dalam penelitian ini akan dibahas tentang “Iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas.

B. Masalah
Yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah ideology dalam teks iklan HP yang terdapat dalam koran Kompas. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah ideologi dalam teks “iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas?

C. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ideologi dalam teks iklan dan pengaruhnya terhadap praktik wacana dan publik.

II.KAJIAN TEORITIS

A. Ideologi
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idea yang berarti gagasan, dan lugas yang berarti ilmu. Secara harafiah ideology berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan pengetahuan.
Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium di mana kelompok yang dominan mempersuasi dan mengkonsumsikan kepada khalayak produksi produksi kekuasaan dan dominan yang mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar sesuai dengan apa yang dikatakan van Djik (1998: 25). “Discourse in this approach essentially serves as the medium by which ideologies are permasive communicated in societies, and there by helps reproduce power and domination of specific group or classes” Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif jika didasarkan pada kenyataan bahwa anggota komunikasi termasuk yang didominasi menganggap hal tersebut sebagai kebenaran dan kewajaran.
Dengan pandangan semacam ini, wacana dipahami sebagai sesuatu yang tidak netral dan berlangsung secara tidak alamiah, karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh.
Faircloug (dalam Philips dan Jorgensen, 2002: 75) menjelaskan bahwa ideologi merupakan makna yang melayani kekuasaan. Lebih tepatnya, dia memahami bahwa ideologi sebagai pengkonstruksian makna yang memberikan kontribusi bagi pemproduksian, pereproduksian, dan transformasi hubungan-hubungan dominasi.
Fairclough Jorgensen and Philips (2002: 76) menjelaskan bahwa subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek juga mampu bertindak secara kreatif untuk menciptakan hubungan-hubungan antara praktik-praktik dan ideologi-ideologi yang beragam tempat dipajankannya subjek tersebut dan menata kembali praktik dan struktur itu.

B. Iklan
Menurut Alwi (2002: 421) iklan adalah berita pesanan untuk mendo-rong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Berita pesana tersebut dapat berupa teks, gambar, walau verbal dengan menggunakan media Surat Kabar (koran), televisi, radio dan yang lainnya. Senada dengan pendapat di atas, Walter (2008: 21) mengatakan bahwa iklan adalah sebuah gambar, film yang pendek, lagu dan lain-lain yang mencoba membujuk orang untuk membeli produk atau jasa.
Kasali (1992:9 mengatakan bahwa iklan adalah bauran promosi (pro-motion mix ) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana, iklan diartikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media.
Dari pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan sengaja dibuat untuk mendorong, mempengaruhi, meyakinkan orang agar membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

C. Analisis Wacana Kritis
Analisis Wacana Kritis menyediakan teori dan metode yang bisa digunakan untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan-hubungan antara wacana dan perkembangan sosial dan kultural dalam domain-domain sosial yang berbeda.
Analisis Norman Fairclough didasarkan pada pertanyaan besar, bagaimana menghubungkan teks yang makro. Fairclough berusaha membangun suatu model analisis wacana yang mempunyai kontribusi dalam analisis sosial dan budaya, sehingga ia mengkombinasikan tradisi analisis tekstual yang selalu melihat bahwa dalam ruang tertutup dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Titik perhatian Fairclough adalah melihat bagaimana pemakai bahasa membawa nilai ideologi tertentu. Dalam hal ini dibutuhkan analisis secara menyeluruh.Bahasa secara sosial dan kritis adalah bentuk tindakan, dalam hubungan dialektik dengan struktur sosial. Oleh karena itu, analisis harus dipisahkan pada bagian bahasa terbentuk dan dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu (Fairclough, 1998: 131-132).
Fairclouhg membuat suatu model yang mengintegrasikan secara bersama-sama analisis wacana yang didasarkan pada linguistik, permasalahan-permasalahan sosial dan politik, dan secara umum diintregasikan pada perubahan sosial. Oleh karena itu, model yng dikemukakan oleh Fairclough ini sering disebut juga model perubahan sosial (social change). Fairclough memusatkan perhatian wacana pada bahasa. Fairclough menggunakan wacana menunjuk pada pemakaian bahasa sebagai praktik sosial, lebih daripada individu atau merefleksikan sesuatu. Bahasa sebagain praktik sosial mengandung implikasi. Pertama, wacana adalah bentuk dari tindakan, seseorang menggunakan bahasa sebagai suatu tindakan pada dunia dan khususnya sebagai bentuk individu.Kedua, model ini mengimplikasikan adanya hubungan timbal balik antara wacana dan struktur sosial.Dalam hal ini, wacana terbagi oleh stuktur sosial, kelas, dan relasi sosial lain yang dihubungkan dengan relasi spesifik dari institusi tertentu seperti pada buku, pendidikan, sosial, dan klasifikasi (Fairclough, 1992: 63-64).
Philips dan Jorgensen menjelaskan bahwa model 3 dimensi Fairclough sebagai analisis wacana kritis disebabkan oleh setiap peristiwa yang menggunakan bahasa merupakan peristiwa komunikatif yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu (a) teks (tuturan,pencitraan visual), (b) praktik wacana yang melibatkan pemroduksian dan pengkonsumsian teks, (c) praktik sosial.

III. METODE PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ideologi dalam teks iklan melalui kajian analisis wacana kritis. Fokus penelitian ini adalah teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas.
Metode penelitian yang digunakan adalah model tiga dimensi Fairclough yang digambarkan sebagai berikut:

(Norman Fairclough, Critical discourse Analysis: the Critical Study of language) (New York: Longman Group Limited, 1995) p.98)

Keterangan:
1. Deskripsi (analisis teks) adalah bentuk dan isi teks. Analisis tersebut adalah analisis fonologi, tatabahasa, kosakata, semantik, juga aspek supra-sentensial organisasi tekstual, seperti kohesi, pengambilan giliran dalam bercakap-cakap.
2. Interpreasi (praktik wacana) adalah hubungan antara teks dan praktik sosial. Praktik wacana berkaitan dengan aspek sosiokognitif produksi dan interpretasi teks
3. Ekspanasi (praktik sosial) berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda: situasi, konteks institusional, konteks sosial atau kelompok yang lebih luas; dalam hal ini permasalahan kekuasaan menjadi tema pokok.

IV. PEMBAHASAN
1. Deskripsi
Teks yang dideskripsikan merupakan teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas. Masing-masing merk memperlihatkan keunggulannya dengan bahasa-bahasa yang menunjukkan kehebatan-kehebatannya
Marilah kita lihat kata-kata dari masing-masing HP:
Sang “Penguasa Galaksi”
Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Ini pertanyaan yang cukup sulit. Namun, sedikit bocoran, ponsel pintar pada masa depan seharusnya mampu mengambil obyek gambar bergerak secara cepat hingga puluhan foto sekaligus.Ponsel tersebut pun seharusnya mampu tetap memutar video sembari memeriksa e-mail atau SMS dalam tampilan PIP (picture-in-picture)

Hanya itu? Tentu saja tidak. Ponsel tersebut juga seharusnya memiliki layar tetap menyala selama anda masih menatapnya. Berbagai informasi seperti perkiraan cuaca mingguan, lokasi restoran pizza terdekat, mencari nomor kontak, hingga mengambil gambar pun seharusnya sudah bisa dilakukan hanya dengan perin tah suara. Ponsel tersebut juga seharusnya sudah mampu mengirim berbagai konten, seperti video, lagu, gambar, atau dokumen hanya dengan mendekatkan ponsel satu dengan lainnya.
Ya, kira-kira seperti itulah gambaran ponsel pintar pada masa depan. Namun, kapan ponsel tersebut bisa kita nikmati secara langsung? Tahun depan? Atau, mungkin lima tahun lagi? Tenang, kita tak perlu lama menunggu karena Samsung menghadirkan teknologi masa depan tersebut sekarang juga.
Wajar rasanya jika Samsung dinobatkan sebagai “penguasa galaksi”. Maklum, berbagai produk seri Galaxy yang diluncurkannya termasuk laris manis di pasaran. Seiring dengan kesuksesan ponsel seri Galaksi, Samsung kembali melakukan terobosan melalui ponsel yang layak disebut ponsel premium impian, yaitu Samsung Galaxy S III.
Samsung S III khusus didesain sebagai smartphone that understsand you dan diluncurkan dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

PORSCHE DESIGN Blackberry

PORSCHE DESIGN
SMARTPHONE P’9981
EXCLUSIVE ELEGANCE
Timeless style by Porsche Design meets state-of-the-art- technology by BlackBerry: the exlusive P’9981 smartphone. For all who make decisions with style (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

CROSS MOBILE
IT’S YOUR PRIDE

CONGRATULATIONS TO CROSS Mobile Phone
As Indonesia’s best mobile phone brand by
achieving

WORLD CLASS QUALITY ACHIEVEMENT
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012
and
CERTIFICATE OF PERFORMANCE
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012

GCSS is certification conducted by MARS Indonesia as the exlusive lisence holder of the American Customer Satisfaction Index (ACSI) in Indonesia. The survey is assessing the customer satisfaction with product quality and brand of telecomunications services in Indonesia and also the brand position in the midst of global competition. The survey was conducted upon 5 major brands of mobile phone in Indonesia and taken in major cities all around Indonesia.
GCSS adalah setifikat yang dikeluarkan oleh MARS Indonesia sebagai pemegang lisensi eksklusife American Customer Satisfaction Index (ACSI) di Indonesia dan juga posisi brand di tengah persaingan global. Survey dilakukan kepada 5 top brand handphone dan dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

NOKIA LUMIA 900 indosat

YOUR LIFE IN THE BIGGER SCREEN
Cek email, browsing, update sosial media hingga video call di Live Tiles dengan display yang lebih besar. Kini semua tampak lebih jelas dan lebih detail dengan display 4,3 inchi

The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different.
(Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

SONY Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero
Make-believe
Ada 4 macam bentuknya: X peria S X peria P X peria Sola X peria U
(Kompas, Jumat, 22 Juni 2012)

MOTOROLA

SIAP HADAPI APAPUN YANG

AKAN ANDA TEMUI DALAM HIDUP

Datang dadakan ke pesta di pantai dengan sobat-sobatmu?
Dengan ponsel Motorola seri Defy yang tahan air, debu dan gores, kamu pun selalu siap untuk seru-seruan kapan pun, di mana pun!

MOTOROLA DEFY SERIES
Smartphone Sesungguhnya.
(Kompas, Senin, 25 Juni 2012)

BlackBerry
Tampil dengan beberapa model dan harga-harganya
(Kompas, Jumat, 29 Juni 2012)

H T C
Amazing Phone Fantastic Offer!
+ 0 % instalment
(Kompas,Jumat, 29 Juni 2012)

Blueberry
Tampil dengan harga-harga dari Rp.349.000 menjadi Rp.249.000
Rp.499.000 menjadi Rp.369.000
Dengan penampilan artis terkenal Agnes Monika
(Kompas, Jumat 25 Juni 2012)

Sekarang marilah kita tinjau satu persatu

SAMSUNG
SANG “ PENGUASA GALAKSI “ Kata yang menggunakan bentuk personifikasi untuk menonjolkan SANG PENGUASA merupakan julukan untuk Pencipta alam yang menguasai alam dan tidak ada yang mampu menandinginya. Ini berarti HP Samsung tidak ada tandingannya. HP inilah segala-galanya dari semua jenis HP.

Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Setelah personifikasi yang berhubungan dengan yang Maha Kuasa, kemudian digunakanlah personifikasi yang berhubungan dengan ciptaannya yaitu manusia. Kata “ponsel pintar” merupakan gambaran otak manusia. Kemampuan otak merupakan hal yang paling utama untuk melakukan semua aktifitas. Orang yang pintar tentu akan cepat tanggap sehingga aktifitas yang dilakukannya akan selalu mengikuti perkembangan jaman, begitu pula untuk masa mendatang. Hal ini dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikutnya yang menunjukkan kepintaran, yaitu memberikan informasi perkiraan cuaca, lokasi restoran pizza yang terdekat, mencari nomor kontak, sampai mengambil gambar pun bisa dilakukan denga perintah suara. Kepintaran untuk teknologi masa depan dapat ditampilkan sekarang juga dengan menampilkan asamsung Galaxy S III dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White.

Itulah kata-kata dan kalimat yang diwujudkan dalam teks iklan yang keseluruhannya menggunakan bahasa Indonesia. Semua kata-kata yang dirangkai dalam suatu wacana iklan untuk membujuk orang agar mau membeli produknya.

BLACK BERRY
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan untuk menarik pembeli dengan menggunakan kata-kata berbahasa Inggris. Tidak ada satu pun yang berbahasa Indonesia. Produk ini merasa produknya merupakan produk yang sudah terkenal di selusuh dunia. Jadi tidak perlu lagi menggunakan bahasa di mana produk tersebut diiklankan. Jadi kata-kata yang digunakan adalah bahasa Internasional. Walaupun berbahasa Inggris, tetapi kata yang dipilih adalah kata-kata yang cukup dimengerti oleh semua orang, antara lain: SMART PHONE, EXCLUSIVE ELEGANCE. Tidak memerlukan keterangan yang panjang lebar seperti Samsung, tetapi HP ini dapat mendominasi merk-merk HP yang lain.

CROSS
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli adalah kata-kata yang sebagian besar berbahasa Inggris. Bahasa Indonesia hanya sedikit digunakan dan itu pun merupakan penerjemahan. Berarti merk ini seperti Black Berry, namun belum setarafnya. Sehingga untuk menembus pasaran di suatu negara perlu sedikit menggunakan bahasa resmi negara tersebut agar lebih jelas dan lebih meyakinkan tentang kualitas dari merk tersebut. Kata-kata itu antara lain: WORLD CLASS QUALITY ACHIEVMENT dan CERTIFICATE of PERFORMANCE.

NOKIA
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli menggunakan kata-kata campuran. Jumlah kata-kata yang berbahasa Inggris sama dengan yang berbahasa Indonesia. Yang berbahasa Inggris, YOUR LIVE IN THE BIGGER SCREEN, dan The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different. Kata-kata ini pun cukup menarik perhatian orang. Kata-kata yang berbahasa Indonesia bukan merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa Inggrisnya.

SONY
Dengan kata daya tariknya “ Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero”. Juga dengan menampilkan 4 model. Merk ini menggunakan bahasa Indonesia hampir secara keseluruhan. Dan ini kemungkinan untuk menjangkau kelas bawah, mengingat harga yang dipasang seharga Rp 500.000

MOTOROLA
Untuk menarik pembeli sebagian besar kata-katanya menggunakan bahasa Indonesia. Harga yang ditawarkan Rp 1,999,000 dan Rp 2,888,000. Harga ini sepertinya ditujukan pada kelas menengah. Yang diharapkan tentu saja bias menjangkau semua kelas, mengingat sekarang ini orang mempunyai hand phone lebih dari satu.

BlackBerry
Tampil lagi dengan sebagian besar menggunakan kata-kata berbahasa Indonesia dengan menunjukkan model dan harga yang beragam: Rp.5,799,000 Rp,2,999,000 Rp,3,399,000 Rp,2,499,000. Hal ini menunjukkan bahwa merk ini juga ingin merebut pembeli yang sebanyak-banyaknya dari Negara Indonesia. Tadinya hanya menggunakan bahasa Inggris namun persaingan dalam periklanan sangat ketat untuk merebut pembeli.

H T C
Semua kata-katanya menggunakan bahasa Inggris. Merk ini bersaing keras dengan Blackberry, namun juga disertai gambar berbagai bentuk dan harganya yang mendapatkan perubahan. Harga-harga itu antara lain: Rp 5.499.000 menjadi Rp 4.999.000 Rp 3.999.000 menjadi Rp3.499.000
Rp 1.999.000 menjadi Rp 1.499.000. Dan ada yang boleh dicicil karena harganya agak mahal, yaitu Rp 6.599.000 dengan cicilan Rp 549.917 x12
Rp 2.999.000 dengan cicilan Rp 249.917 x 12. Inilah cara merk ini mengunggulkan produknya.

Blueberry
Produk baru agar dilirik pembeli menggunakan merk yang mirip dengan Blackberry. Harganyapun murah dan mendapatkan diskon, yaitu: Rp 349.000 menjadi Rp 249.000 Rp 499.000 menjadi Rp 369.000 serta disertai gambar artis terkenal Agnes Monika. Bisnis handphone benar-benar menhadapi persaingan ketat lewat iklan.

2. Interpretasi
Teks iklan seperti iklan HP yang diproduksi oleh masing-masing merk menunjukkan ideologi yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya melalui persaingan untuk merebut pasaran. Walaupun terjadi persaingan namun tidak ada kata-kata untuk menjatuhkan merk lain . Mereka menggunakan kata-kata untuk menonjolkan diri sendiri serta kata-kata untuk menarik orang lain agar tertarik untuk membeli produknya.
Dengan membaca kata-kata yang mereka pampangkan, maka harapannya adalah untuk mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Orang yang tadinya tidak tahu, dengan membaca koran yang berisikan iklan HP, menjadi tahu dan berkeinginan untuk membelinya. Sekarang ini, anak kecil pun sudah tahu HP sehingga iklan HP yang ada di koran dapat memicu anak untuk memiliki HP tersebut.

PENUTUP
Berdasarkan analisa di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan HP merupakan wacana persuasif. Iklan tersebut menggunakan bahasa yang padat, lugas dan singkat. Kejelasan dan bahasa yang menarik akan menentukan keberhasilan maksud iklan tersebut.
Ideologi dalam teks iklan HP merupakan bentuk ideologi kapitalisme informasi. Unsur persuasi dalam iklan tersebut jelas kelihatan sehingga bisa menarik semua kalangan bahkan anak-anak kecil pun ikut tertarik (walaupun belum bisa membaca, tetapi melihat gambarnya).
Analisis wacana kritis dapat menjadi mediasi pengungkapan proses interpretasi yang ada dalam teks.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan ((Tim Redaksi, 2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka

Darma Yoce Allah 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung Yrama Widya
Djajasudarma, Fatimah 1994. Wacana, Bandung PT . Emesco
Fairclough, Norman 1995.Critical Discourse Analysis : the critical study of language. New york Longman Group Limited

Fairclough, N. (1998). Discourse representation in media discource, Sosiolinguistics. Cambridge : Polity Press.

Fairclough, N. (1992) Discource and Social Change, Cambride: Polity Press

Fairclough, Norman 2003. Analysis Discource. New York Routledge

Kasali, Rheinhal 1992. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Jakarta PT. Pustaka Utama Grafiti

Philips, Lourse & Jorgensen, Naranne 2002. Discource Analysis as Theory and Method. London : Sage Publications

Thompson, John B. 2006. Kritik Ideologi : Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa, Yogyakarta IRCIOD.

Van Dijk, T (1998) Ideology: a Multidisciplinary Approach, London: Sage.

Walter, Elisabeth (Editorial Team) 2008. Cambridge Advance Leaner’s Dictionary. Cambridge : Cambridge University Press

IDEOLOGI DALAM TEKS IKLAN HAND PHONE

“BERBAGAI MERK HP”

(Suatu Kajian Wacana Kritis)

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi penting yang digunakan untuk berinteraksi antar individu. Akan lebih bermakna apabila bahasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para penuturnya. Dalam penuturannya, penutur dapat menafsirkan sesuatu yang disampaikan oleh penutur bahasa yang lain dengan penafsiran berbeda. Dalam hal ini para pengguna bahasa harus memahami isi wacana dengan baik, agar pesan dalam wacana dapat diterima dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Wacana adalah bentuk komunikasi tertulis di mana penulis dapat mengekspresikan ide , tujuan, masalah dan lain-lannya. Norman Fairclough, memandang bahwa pemahaman terhadap wacana selama ini lebih banyak didominasi oleh paradigma deskriptif yang bersifat nonkritis sehingga masih banyak dimensi kewacanaan yang belum terkuak dari pandangan tersebut. Fenomena wacana semata-mata dipandang sebagai unit linguistic yang lebih besar daripada klausa dan kalimat. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya), paragraph, kalimat atau kata yang membawa amanat lengkap.
Berdasarkan medianya wacana dibagi dalam bentuk lisan dan tertulis. Wacana dengan media komunikasi tertulis dapat diwujudkan dengan: (1) sebuah teks yang dibentuk oleh lebih dari satu alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, (2) sebuah alinea merupakan wacana, apabila teks hanya terdiri atas sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan situasi yang utuh. (3) sebuah wacana mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk dengan subordinasi dan koordinasi atau system ellipsis (Djadasudarma, 1994; 8). Jadi wacana tulis dapat diartikan sebagai wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis atau media tulis. Dalam wacana ini terjadi komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Wacana-wacana yang berasal dari media, seperti surat kabar maupun majalah dapat dikaji baik dari segi tata bahasanya maupun dari segi koteksnya. Wacana-wacana dalam teks media yang menggunakan bahasa jurnalistik mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk dikaji.
Salah satu wacana yang terdapat dalam media cetak adalah iklan, yang dapat dilihat dimana-mana dan salah satunya melalui koran. Teks iklan berbeda dengan teks lainnya. Iklan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar mau menggunakan produk-produknya. Dengan menggunakan analisis wacana kita dapat mengetahui ideologi seseorang dalam teks tersebut.
Berdasarkan pemikiran tersebut, fenomena bahasa yang terdapat dalam teks sangatlah penting untuk dikaji, khususnya bagi para ahli bahasa karena teks yang dibuat tidak semata-mata bersifat alamiah, melainkan terkandung suatu ideologi yang mendasarinya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengungkapkannya adalah dengan melakukan pengkajian yang bersifat kritis. Berdasarkan ketertarikan bahasa iklan tersebut maka dalam penelitian ini akan dibahas tentang “Iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas.

B. Masalah
Yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah ideology dalam teks iklan HP yang terdapat dalam koran Kompas. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah ideologi dalam teks “iklan HP” yang terdapat dalam Koran Kompas?

C. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ideologi dalam teks iklan dan pengaruhnya terhadap praktik wacana dan publik.

II.KAJIAN TEORITIS

A. Ideologi
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idea yang berarti gagasan, dan lugas yang berarti ilmu. Secara harafiah ideology berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan pengetahuan.
Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium di mana kelompok yang dominan mempersuasi dan mengkonsumsikan kepada khalayak produksi produksi kekuasaan dan dominan yang mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar sesuai dengan apa yang dikatakan van Djik (1998: 25). “Discourse in this approach essentially serves as the medium by which ideologies are permasive communicated in societies, and there by helps reproduce power and domination of specific group or classes” Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif jika didasarkan pada kenyataan bahwa anggota komunikasi termasuk yang didominasi menganggap hal tersebut sebagai kebenaran dan kewajaran.
Dengan pandangan semacam ini, wacana dipahami sebagai sesuatu yang tidak netral dan berlangsung secara tidak alamiah, karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh.
Faircloug (dalam Philips dan Jorgensen, 2002: 75) menjelaskan bahwa ideologi merupakan makna yang melayani kekuasaan. Lebih tepatnya, dia memahami bahwa ideologi sebagai pengkonstruksian makna yang memberikan kontribusi bagi pemproduksian, pereproduksian, dan transformasi hubungan-hubungan dominasi.
Fairclough Jorgensen and Philips (2002: 76) menjelaskan bahwa subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek diposisikan secara ideologis, tapi subjek juga mampu bertindak secara kreatif untuk menciptakan hubungan-hubungan antara praktik-praktik dan ideologi-ideologi yang beragam tempat dipajankannya subjek tersebut dan menata kembali praktik dan struktur itu.

B. Iklan
Menurut Alwi (2002: 421) iklan adalah berita pesanan untuk mendo-rong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Berita pesana tersebut dapat berupa teks, gambar, walau verbal dengan menggunakan media Surat Kabar (koran), televisi, radio dan yang lainnya. Senada dengan pendapat di atas, Walter (2008: 21) mengatakan bahwa iklan adalah sebuah gambar, film yang pendek, lagu dan lain-lain yang mencoba membujuk orang untuk membeli produk atau jasa.
Kasali (1992:9 mengatakan bahwa iklan adalah bauran promosi (pro-motion mix ) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana, iklan diartikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media.
Dari pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan sengaja dibuat untuk mendorong, mempengaruhi, meyakinkan orang agar membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

C. Analisis Wacana Kritis
Analisis Wacana Kritis menyediakan teori dan metode yang bisa digunakan untuk melakukan kajian empiris tentang hubungan-hubungan antara wacana dan perkembangan sosial dan kultural dalam domain-domain sosial yang berbeda.
Analisis Norman Fairclough didasarkan pada pertanyaan besar, bagaimana menghubungkan teks yang makro. Fairclough berusaha membangun suatu model analisis wacana yang mempunyai kontribusi dalam analisis sosial dan budaya, sehingga ia mengkombinasikan tradisi analisis tekstual yang selalu melihat bahwa dalam ruang tertutup dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Titik perhatian Fairclough adalah melihat bagaimana pemakai bahasa membawa nilai ideologi tertentu. Dalam hal ini dibutuhkan analisis secara menyeluruh.Bahasa secara sosial dan kritis adalah bentuk tindakan, dalam hubungan dialektik dengan struktur sosial. Oleh karena itu, analisis harus dipisahkan pada bagian bahasa terbentuk dan dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu (Fairclough, 1998: 131-132).
Fairclouhg membuat suatu model yang mengintegrasikan secara bersama-sama analisis wacana yang didasarkan pada linguistik, permasalahan-permasalahan sosial dan politik, dan secara umum diintregasikan pada perubahan sosial. Oleh karena itu, model yng dikemukakan oleh Fairclough ini sering disebut juga model perubahan sosial (social change). Fairclough memusatkan perhatian wacana pada bahasa. Fairclough menggunakan wacana menunjuk pada pemakaian bahasa sebagai praktik sosial, lebih daripada individu atau merefleksikan sesuatu. Bahasa sebagain praktik sosial mengandung implikasi. Pertama, wacana adalah bentuk dari tindakan, seseorang menggunakan bahasa sebagai suatu tindakan pada dunia dan khususnya sebagai bentuk individu.Kedua, model ini mengimplikasikan adanya hubungan timbal balik antara wacana dan struktur sosial.Dalam hal ini, wacana terbagi oleh stuktur sosial, kelas, dan relasi sosial lain yang dihubungkan dengan relasi spesifik dari institusi tertentu seperti pada buku, pendidikan, sosial, dan klasifikasi (Fairclough, 1992: 63-64).
Philips dan Jorgensen menjelaskan bahwa model 3 dimensi Fairclough sebagai analisis wacana kritis disebabkan oleh setiap peristiwa yang menggunakan bahasa merupakan peristiwa komunikatif yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu (a) teks (tuturan,pencitraan visual), (b) praktik wacana yang melibatkan pemroduksian dan pengkonsumsian teks, (c) praktik sosial.

III. METODE PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ideologi dalam teks iklan melalui kajian analisis wacana kritis. Fokus penelitian ini adalah teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas.
Metode penelitian yang digunakan adalah model tiga dimensi Fairclough yang digambarkan sebagai berikut:

(Norman Fairclough, Critical discourse Analysis: the Critical Study of language) (New York: Longman Group Limited, 1995) p.98)

Keterangan:
1. Deskripsi (analisis teks) adalah bentuk dan isi teks. Analisis tersebut adalah analisis fonologi, tatabahasa, kosakata, semantik, juga aspek supra-sentensial organisasi tekstual, seperti kohesi, pengambilan giliran dalam bercakap-cakap.
2. Interpreasi (praktik wacana) adalah hubungan antara teks dan praktik sosial. Praktik wacana berkaitan dengan aspek sosiokognitif produksi dan interpretasi teks
3. Ekspanasi (praktik sosial) berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda: situasi, konteks institusional, konteks sosial atau kelompok yang lebih luas; dalam hal ini permasalahan kekuasaan menjadi tema pokok.

IV. PEMBAHASAN
1. Deskripsi
Teks yang dideskripsikan merupakan teks iklan HP dari berbagai merk yang terdapat dalam Koran Kompas. Masing-masing merk memperlihatkan keunggulannya dengan bahasa-bahasa yang menunjukkan kehebatan-kehebatannya
Marilah kita lihat kata-kata dari masing-masing HP:
Sang “Penguasa Galaksi”
Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Ini pertanyaan yang cukup sulit. Namun, sedikit bocoran, ponsel pintar pada masa depan seharusnya mampu mengambil obyek gambar bergerak secara cepat hingga puluhan foto sekaligus.Ponsel tersebut pun seharusnya mampu tetap memutar video sembari memeriksa e-mail atau SMS dalam tampilan PIP (picture-in-picture)

Hanya itu? Tentu saja tidak. Ponsel tersebut juga seharusnya memiliki layar tetap menyala selama anda masih menatapnya. Berbagai informasi seperti perkiraan cuaca mingguan, lokasi restoran pizza terdekat, mencari nomor kontak, hingga mengambil gambar pun seharusnya sudah bisa dilakukan hanya dengan perin tah suara. Ponsel tersebut juga seharusnya sudah mampu mengirim berbagai konten, seperti video, lagu, gambar, atau dokumen hanya dengan mendekatkan ponsel satu dengan lainnya.
Ya, kira-kira seperti itulah gambaran ponsel pintar pada masa depan. Namun, kapan ponsel tersebut bisa kita nikmati secara langsung? Tahun depan? Atau, mungkin lima tahun lagi? Tenang, kita tak perlu lama menunggu karena Samsung menghadirkan teknologi masa depan tersebut sekarang juga.
Wajar rasanya jika Samsung dinobatkan sebagai “penguasa galaksi”. Maklum, berbagai produk seri Galaxy yang diluncurkannya termasuk laris manis di pasaran. Seiring dengan kesuksesan ponsel seri Galaksi, Samsung kembali melakukan terobosan melalui ponsel yang layak disebut ponsel premium impian, yaitu Samsung Galaxy S III.
Samsung S III khusus didesain sebagai smartphone that understsand you dan diluncurkan dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

PORSCHE DESIGN Blackberry

PORSCHE DESIGN
SMARTPHONE P’9981
EXCLUSIVE ELEGANCE
Timeless style by Porsche Design meets state-of-the-art- technology by BlackBerry: the exlusive P’9981 smartphone. For all who make decisions with style (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

CROSS MOBILE
IT’S YOUR PRIDE

CONGRATULATIONS TO CROSS Mobile Phone
As Indonesia’s best mobile phone brand by
achieving

WORLD CLASS QUALITY ACHIEVEMENT
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012
and
CERTIFICATE OF PERFORMANCE
5-STAR QUALITY PRODUCT IN 2012

GCSS is certification conducted by MARS Indonesia as the exlusive lisence holder of the American Customer Satisfaction Index (ACSI) in Indonesia. The survey is assessing the customer satisfaction with product quality and brand of telecomunications services in Indonesia and also the brand position in the midst of global competition. The survey was conducted upon 5 major brands of mobile phone in Indonesia and taken in major cities all around Indonesia.
GCSS adalah setifikat yang dikeluarkan oleh MARS Indonesia sebagai pemegang lisensi eksklusife American Customer Satisfaction Index (ACSI) di Indonesia dan juga posisi brand di tengah persaingan global. Survey dilakukan kepada 5 top brand handphone dan dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia (Kompas, Jumat, 15 Juni 2012).

NOKIA LUMIA 900 indosat

YOUR LIFE IN THE BIGGER SCREEN
Cek email, browsing, update sosial media hingga video call di Live Tiles dengan display yang lebih besar. Kini semua tampak lebih jelas dan lebih detail dengan display 4,3 inchi

The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different.
(Kompas, Jumat, 15 Juni 2012)

SONY Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero
Make-believe
Ada 4 macam bentuknya: X peria S X peria P X peria Sola X peria U
(Kompas, Jumat, 22 Juni 2012)

MOTOROLA

SIAP HADAPI APAPUN YANG

AKAN ANDA TEMUI DALAM HIDUP

Datang dadakan ke pesta di pantai dengan sobat-sobatmu?
Dengan ponsel Motorola seri Defy yang tahan air, debu dan gores, kamu pun selalu siap untuk seru-seruan kapan pun, di mana pun!

MOTOROLA DEFY SERIES
Smartphone Sesungguhnya.
(Kompas, Senin, 25 Juni 2012)

BlackBerry
Tampil dengan beberapa model dan harga-harganya
(Kompas, Jumat, 29 Juni 2012)

H T C
Amazing Phone Fantastic Offer!
+ 0 % instalment
(Kompas,Jumat, 29 Juni 2012)

Blueberry
Tampil dengan harga-harga dari Rp.349.000 menjadi Rp.249.000
Rp.499.000 menjadi Rp.369.000
Dengan penampilan artis terkenal Agnes Monika
(Kompas, Jumat 25 Juni 2012)

Sekarang marilah kita tinjau satu persatu

SAMSUNG
SANG “ PENGUASA GALAKSI “ Kata yang menggunakan bentuk personifikasi untuk menonjolkan SANG PENGUASA merupakan julukan untuk Pencipta alam yang menguasai alam dan tidak ada yang mampu menandinginya. Ini berarti HP Samsung tidak ada tandingannya. HP inilah segala-galanya dari semua jenis HP.

Apa saja ciri-ciri ponsel pintar masa depan?
Setelah personifikasi yang berhubungan dengan yang Maha Kuasa, kemudian digunakanlah personifikasi yang berhubungan dengan ciptaannya yaitu manusia. Kata “ponsel pintar” merupakan gambaran otak manusia. Kemampuan otak merupakan hal yang paling utama untuk melakukan semua aktifitas. Orang yang pintar tentu akan cepat tanggap sehingga aktifitas yang dilakukannya akan selalu mengikuti perkembangan jaman, begitu pula untuk masa mendatang. Hal ini dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikutnya yang menunjukkan kepintaran, yaitu memberikan informasi perkiraan cuaca, lokasi restoran pizza yang terdekat, mencari nomor kontak, sampai mengambil gambar pun bisa dilakukan denga perintah suara. Kepintaran untuk teknologi masa depan dapat ditampilkan sekarang juga dengan menampilkan asamsung Galaxy S III dalam dua warna, yaitu Pebble Blue dan Marble White.

Itulah kata-kata dan kalimat yang diwujudkan dalam teks iklan yang keseluruhannya menggunakan bahasa Indonesia. Semua kata-kata yang dirangkai dalam suatu wacana iklan untuk membujuk orang agar mau membeli produknya.

BLACK BERRY
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan untuk menarik pembeli dengan menggunakan kata-kata berbahasa Inggris. Tidak ada satu pun yang berbahasa Indonesia. Produk ini merasa produknya merupakan produk yang sudah terkenal di selusuh dunia. Jadi tidak perlu lagi menggunakan bahasa di mana produk tersebut diiklankan. Jadi kata-kata yang digunakan adalah bahasa Internasional. Walaupun berbahasa Inggris, tetapi kata yang dipilih adalah kata-kata yang cukup dimengerti oleh semua orang, antara lain: SMART PHONE, EXCLUSIVE ELEGANCE. Tidak memerlukan keterangan yang panjang lebar seperti Samsung, tetapi HP ini dapat mendominasi merk-merk HP yang lain.

CROSS
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli adalah kata-kata yang sebagian besar berbahasa Inggris. Bahasa Indonesia hanya sedikit digunakan dan itu pun merupakan penerjemahan. Berarti merk ini seperti Black Berry, namun belum setarafnya. Sehingga untuk menembus pasaran di suatu negara perlu sedikit menggunakan bahasa resmi negara tersebut agar lebih jelas dan lebih meyakinkan tentang kualitas dari merk tersebut. Kata-kata itu antara lain: WORLD CLASS QUALITY ACHIEVMENT dan CERTIFICATE of PERFORMANCE.

NOKIA
Kata-kata yang digunakan untuk menonjolkan kehebatan dan menarik pembeli menggunakan kata-kata campuran. Jumlah kata-kata yang berbahasa Inggris sama dengan yang berbahasa Indonesia. Yang berbahasa Inggris, YOUR LIVE IN THE BIGGER SCREEN, dan The New Nokia Lumia 900, Beautifully Different. Kata-kata ini pun cukup menarik perhatian orang. Kata-kata yang berbahasa Indonesia bukan merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa Inggrisnya.

SONY
Dengan kata daya tariknya “ Tangkap banyak hadiah dan diskon dari ponsel superhero”. Juga dengan menampilkan 4 model. Merk ini menggunakan bahasa Indonesia hampir secara keseluruhan. Dan ini kemungkinan untuk menjangkau kelas bawah, mengingat harga yang dipasang seharga Rp 500.000

MOTOROLA
Untuk menarik pembeli sebagian besar kata-katanya menggunakan bahasa Indonesia. Harga yang ditawarkan Rp 1,999,000 dan Rp 2,888,000. Harga ini sepertinya ditujukan pada kelas menengah. Yang diharapkan tentu saja bias menjangkau semua kelas, mengingat sekarang ini orang mempunyai hand phone lebih dari satu.

BlackBerry
Tampil lagi dengan sebagian besar menggunakan kata-kata berbahasa Indonesia dengan menunjukkan model dan harga yang beragam: Rp.5,799,000 Rp,2,999,000 Rp,3,399,000 Rp,2,499,000. Hal ini menunjukkan bahwa merk ini juga ingin merebut pembeli yang sebanyak-banyaknya dari Negara Indonesia. Tadinya hanya menggunakan bahasa Inggris namun persaingan dalam periklanan sangat ketat untuk merebut pembeli.

H T C
Semua kata-katanya menggunakan bahasa Inggris. Merk ini bersaing keras dengan Blackberry, namun juga disertai gambar berbagai bentuk dan harganya yang mendapatkan perubahan. Harga-harga itu antara lain: Rp 5.499.000 menjadi Rp 4.999.000 Rp 3.999.000 menjadi Rp3.499.000
Rp 1.999.000 menjadi Rp 1.499.000. Dan ada yang boleh dicicil karena harganya agak mahal, yaitu Rp 6.599.000 dengan cicilan Rp 549.917 x12
Rp 2.999.000 dengan cicilan Rp 249.917 x 12. Inilah cara merk ini mengunggulkan produknya.

Blueberry
Produk baru agar dilirik pembeli menggunakan merk yang mirip dengan Blackberry. Harganyapun murah dan mendapatkan diskon, yaitu: Rp 349.000 menjadi Rp 249.000 Rp 499.000 menjadi Rp 369.000 serta disertai gambar artis terkenal Agnes Monika. Bisnis handphone benar-benar menhadapi persaingan ketat lewat iklan.

2. Interpretasi
Teks iklan seperti iklan HP yang diproduksi oleh masing-masing merk menunjukkan ideologi yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya melalui persaingan untuk merebut pasaran. Walaupun terjadi persaingan namun tidak ada kata-kata untuk menjatuhkan merk lain . Mereka menggunakan kata-kata untuk menonjolkan diri sendiri serta kata-kata untuk menarik orang lain agar tertarik untuk membeli produknya.
Dengan membaca kata-kata yang mereka pampangkan, maka harapannya adalah untuk mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Orang yang tadinya tidak tahu, dengan membaca koran yang berisikan iklan HP, menjadi tahu dan berkeinginan untuk membelinya. Sekarang ini, anak kecil pun sudah tahu HP sehingga iklan HP yang ada di koran dapat memicu anak untuk memiliki HP tersebut.

PENUTUP
Berdasarkan analisa di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan HP merupakan wacana persuasif. Iklan tersebut menggunakan bahasa yang padat, lugas dan singkat. Kejelasan dan bahasa yang menarik akan menentukan keberhasilan maksud iklan tersebut.
Ideologi dalam teks iklan HP merupakan bentuk ideologi kapitalisme informasi. Unsur persuasi dalam iklan tersebut jelas kelihatan sehingga bisa menarik semua kalangan bahkan anak-anak kecil pun ikut tertarik (walaupun belum bisa membaca, tetapi melihat gambarnya).
Analisis wacana kritis dapat menjadi mediasi pengungkapan proses interpretasi yang ada dalam teks.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan ((Tim Redaksi, 2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka

Darma Yoce Allah 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung Yrama Widya
Djajasudarma, Fatimah 1994. Wacana, Bandung PT . Emesco
Fairclough, Norman 1995.Critical Discourse Analysis : the critical study of language. New york Longman Group Limited

Fairclough, N. (1998). Discourse representation in media discource, Sosiolinguistics. Cambridge : Polity Press.

Fairclough, N. (1992) Discource and Social Change, Cambride: Polity Press

Fairclough, Norman 2003. Analysis Discource. New York Routledge

Kasali, Rheinhal 1992. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Jakarta PT. Pustaka Utama Grafiti

Philips, Lourse & Jorgensen, Naranne 2002. Discource Analysis as Theory and Method. London : Sage Publications

Thompson, John B. 2006. Kritik Ideologi : Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa, Yogyakarta IRCIOD.

Van Dijk, T (1998) Ideology: a Multidisciplinary Approach, London: Sage.

Walter, Elisabeth (Editorial Team) 2008. Cambridge Advance Leaner’s Dictionary. Cambridge : Cambridge University Press

Fairclough, Norman 2003. Analysis Discource. New York Routledge

Kasali, Rheinhal 1992. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Jakarta PT. Pustaka Utama Grafiti

Philips, Lourse & Jorgensen, Naranne 2002. Discource Analysis as Theory and Method. London : Sage Publications

Thompson, John B. 2006. Kritik Ideologi : Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa, Yogyakarta IRCIOD.

Van Dijk, T (1998) Ideology: a Multidisciplinary Approach, London: Sage.

Walter, Elisabeth (Editorial Team) 2008. Cambridge Advance Leaner’s Dictionary. Cambridge : Cambridge University Press

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: